Minggu, 06 November 2011


Diet Penyakit Apendisitis
Diet yang dilakukan pada penderita apendisitis bisa berupa diet prabedah darurat atau cito dan diet prabedah berencana atau elektif. Diet prabedah darurat dimana sebelum pembedahan tidak diberikan diet tertentu karena pembedahan dilakukan tidak terencana. Diet prabedah berencana atau elektif dimana pasien dipusakan 4-5 jam sebelum pembedahan. Sehari sebelumnya diberikan diet sisa rendah. Makanan yang dianjurakan :
Tabel 1  Anjuran bahan makanan sisa rendah
Bahan Makanan
Dianjurkan
Tidak dianjurkan
Sumber karbohidrat
Beras dibubur/ditim, roti bakar, kentang rebus, tepung-tepungan
Beras ketan, beras tumbuk/merah,  jagung, ubi, dan singkong
Sumber protein hewani
Daging empuk, hati, ayam, ikan direbus, ditumis, dikukus
Daging berserat kasar, daging,ikan dan ayam yang diawetkan
Sumber protein nabati
Tahu, tempe dtim, direbus, ditumis
Kacang merah serta kacang-kacang kering
sayuran
Sayuran yang berserat rendah dan sedang seperti: kacang panjang, buncis muda, bayam.
Sayuran yang berserat tinggi seperti: daun singkong, daun katuk, dan daun pepaya
Buah-buahan
Semua sari buiah
Buah-buahan yang dimakan dengan kulit seperti: apel, jambu biji, dan pir
Lemak
Margarine, mentega, dan minyak dalam jumlah terbatas
Minyak untuk menggoreng
Minuman
Kopi, teh encer dan sirup
Kopi dan teh kental


Diet yang dapat diberikan setelah operasi adalah makanan cair jernih setelah kondisi pasien membaik diberikan diet cair kental berupa kaldu jernih, sirup, sari buah, sup, susu dan puding. Minuman yang tidak diperbolehkan adalah air jeruk, makanan yang berbumbu tajam dan minuman yang mengandung karbondioksida (Almatsier 2010). Pasien dapat mencegah serangan lebih lanjut dengan melakukan hal-hal berikut ini :
1.    Menghindari makanan yang keras
2. Menghindari minuman dan makanan asam atau bersoda
3. Istirahat yang cukup
4. Makan dengan diet seimbang
5. Makanan yang cukup serat untuk melancarkan pengeluaran feses (Doenges 2000).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar