Telur adalah suatu bahan makanan sumber zat protein hewani yang bernilai gizi tinggi. Untuk dunia kuliner telur sangat penting karena telur banyak kegunaannya di dalam masak-memasak. Telur mudah dimasak, cepat matang, praktis dan dan dapat dihidangkan untuk segala umur. selain berat telur, mutu telur dapat dinilai dari kondisi dan kebersihan kulit, besar kantong udara (
air space), kekompakan putih telur, bentuk dan letak kuning telur. Untuk menentukan bagian dalam telur, dapat menggunakan sinar terang yang ditembuskan ke dalam telur, proses ini disebut
candling. Dapat juga dengan cara memasukkan kedalam air, telur yang masih segar akan tenggelam dan letaknya betul-betul telentang di dasar panci.
persentase komposisi telur :
- air 73,7%
- protein 13,4%
- lemak 10,0%
- zat besi (Fe)
- vitamin
Putih telur :
- air 87,8%
- 10 % mengandung albumin, ovoglobulin, mucin
- lemak 0,05%
- zat besi 0,0001%
- riboflavin
Kuning telur :
- air 49,05%
- phosphor terutama ovovitelin, protein 16,7%
- lemak 31,6% lecithin dan kolesterol
- zat besi (Fe) 0,0087%
- riboflavin, vitamin A dan thiamin
Keracunan dan Zat anti Gizi
alaergi yang sering timbul pada anak-anak atau orang dewasa bila makan telur, disebabkan oleh sejenis protein yang disebut lysozyne. zat ini terdapat pada putih telur mentah atau setengah matang yang diserap secara langsung ke dalam darah. hal ini merupakan antigen bagi tubuhnya, terutama bagi bayi atau balita. Berbagai penelitian melaporkan, keracunan bila makan telur disebabkan adanya jenis zat protein avidin yang terdapat dalam telur yang masih mentah. Avidin dalam telur hanya sedikit, dan bila dimasak atau kena panas daya racun avidin hilang. Jadi, sebaiknya untuk anak-anak diberi telur yang sudah dimasak
. Tarwotjo C.Soejoeti. 1998. Dasar-dasar gizi kuliner